Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019
Gambar
Renungan Akhir Tahun : Hidup Berkat Kemurahan Tuhan Apa sebenarnya arti dari “kemurahan” itu? Ini perlu dijelaskan karena tidak semua orang memahaminya. Pernah dalam acara tanya jawab “Kutahu Yang Kupercaya” di radio, seorang bertanya pada saya : “Pak, apa arti kata-kata dalam doa "Ya Bapa yang Maha murah." Kalau kata 'murah' saja sudah rendah lalu kita bilang “Bapa yang Maha murah”, apa ini tidak menunjukkan sikap kurang sopan kepada Tuhan?” Kata “murah” di sini bukan sebagai kontras dengan kata “mahal” karena kalau demikian bagaimana kita mengartikan kata-kata dalam Rom 2:4 di atas : “kekayaan kemurahan-Nya”. Kata Yunani yang diterjemahkan dengan “kemurahan” adalah “CHRESTOTES” yang secara hurufiah bisa diartikan sebagai kebaikan. Itulah sebabnya kata “CHRESTOTES” ini kadang diterjemahkan kemurahan, kadang diterjemahkan kebaikan.  ·   Rom 2:4 - Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan -Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah eng...
Gambar
Renungan Natal : Bersiap dan Berjaga - jaga lah ! Kedatangan Kristus kedua kali adalah kepastian yang tak terelakkan. Hanya, kapan itu akan terjadi, tak seorang pun tahu. Namun semua orang sadar, dunia ini tidak kekal dan sang pemilik kehidupan akan datang meminta pertanggungjawaban.  Orang beriman digambarkan sebagai lima gadis bijak yang menanti kedatangan Kristus—bak pengantin perempuan yang berjaga dengan penuh rindu akan kekasih jiwanya. Ia memperlengkapi diri, menjaga persediaan minyak dan menjaga pelitanya menyala, agar pesta pernikahan mereka bisa berlangsung. Orang dunia digambarkan sebagai lima gadis bodoh. Mereka ikut menanti, tetapi sayang terlalu memikirkan kenikmatan sesaat—kondisi hidupnya hampir padam, terlelap dalam kenikmatan dunia. Mereka hidup bejat dan menyeleweng (bdk. Maz. 14:2-3 ). Ya, manusia di akhir zaman kerap mengabaikan masa datang yang lebih langgeng dan jauh lebih indah. Mereka lupa, sang mempelai pria bisa datang setiap saat. Ketika Tuhan...
Gambar
Persiapan Natal PRMI Syalom, saudara sekalian. Sebentar lagi kita akan merayakan Natal. Ada yang sudah mengambil cuti dan sebentar lagi pergi berlibur bersama keluarga, atau bersiap-siap untuk merayakan Natal dengan pesta bersama keluarga atau teman-teman terdekat. Ada yang tukar menukar kado dan berbagai bentuk perayaan lainnya. Dekorasi di pusat-pusat perbelanjaan pun sebagian sudah penuh dengan ornamen-ornamen yang identik dengan sebuah perayaan Natal. Sebuah pertanyaan hadir dari seorang teman, salahkah jika kita merayakan Natal dengan pesta atau bentuk-bentuk perayaan lainnya? Tentu saja tidak. Kelahiran Yesus sudah sepantasnya kita sikapi dengan sukacita. KedatanganNya ke dunia ini membawa misi penting untuk menebus kita semua, sebagai bukti nyata betapa Tuhan mengasihi manusia dan tidak ingin satupun dari kita untuk binasa. Ayat emas yang sudah tidak asing lagi bagi kita menuliskan isi hati Bapa akan kasih dan kepedulianNya terhadap diri kita. Sukacita ...
Gambar
Mengasihi Melalui Tindakan Nyata Kasih Allah yang tak terbatas memenuhi kita, pernyataan kasih kita terhadap sesama akan menjadi kasih yang sejati. Agar kita dapat mengalami kepenuhan kasih Allah, pertama-tama kita perlu mengerti kasih-Nya, yang hanya bisa kita dapatkan melalui kesetiaan merenungkan firman-firman-Nya. Kita pun perlu membuka hati, agar kita pun dapat mengenal luasnya kasih Kristus. Saat hubungan pribadi kita dengan Allah semakin dalam, kasih-Nya pun akan semakin memenuhi kita. Dengan kasih Allah yang meluap dari dalam hati kita inilah, kita bisa mengasihi sesama dengan segenap hati, seperti Allah sudah mengasihi kita. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami PRMI membagikan makanan kepada orang - orang yg membutuhkan berkat dari kami, yang memiliki kekurangan dalam mendapatkan rejekinya. Ini adalah salah satu aksi kami dalam merayakan natal dibawah lingkupan Gereja Methodist untuk mengasihi sesama manusia. Mulai dari pasar Kangkung, pasar Gudang Lelang, daerah...
Gambar
Silsilah Yesus Kristus Y esus lahir dari keturunan Daud. Dia memang tidak diperanakkan oleh manusia, tetapi oleh Roh Kudus. Ibu-Nya Maria bertunangan dengan Yusuf, salah seorang keuturunan Daud. Maria yang hamil oleh Roh Kudus itu diterima oleh Yusuf sebagai istrinya. Penerimaan Yusuf atas Maria sebagai istrinya, secara hukum setempat menjadi landasan yang kuat untuk menjadi ayah dari anak yang dikandung oleh Maria. faktor penguat lainnya adalah kesediaan sang ayah memberikan nama kepada anak-Nya. Kita tahu bahwa nama itu sudah diberitahukan oleh Malaikat kepada Yusuf lewat mimpi. Jadi garis keturunan Yesus dari silsilah Abraham dan Daud datang dari pihak Yusuf, meskipun Maria adalah keturunan Daud juga. Mengapa silsilah Yesus perlu diutarakan? Karena menurut tuntutan pada waktu itu seorang Mesias haruslah merupakan sosok yang dijanjikan oleh Tuhan. Janji Tuhan menyatakan bahwa Mesias akan lahir dari keturunan Daud. Hal ini dapat dibuktikan lewat silsilah Yesus. Selain...

Kontak Kami :

Instagram