Renungan Awal Tahun : Melangkah Dengan Iman
Menjadi
seorang Kristen adalah masalah pengenalan dengan Yesus. Mengenal Yesus
bukan berarti tahu sesuatu tentang Yesus. Kita bisa tahu sesuatu tentang
seseorang tanpa harus mengenal orang tersebut. Mengenal seseorang bukan
sekadar mengetahui nama ataupun alamatnya. Mengenal seseorang berarti
saya telah bertemu langsung dengannya dan saya telah bercakap-cakap
dengannya.
Saya
tidak bisa mengaku kenal jika yang saya maksudkan hanya sekadar tahu
nama ataupun alamat Anda, untuk itu saya hanya bisa mengaku tahu tentang
Anda. Untuk mengenal seseorang, berarti Anda harus bertemu langsung
dengan orang itu.
Menjadi
seorang Kristen adalah perkara perjumpaan dengan Yesus. Banyak orang
Kristen adalah orang yang tahu sesuatu tentang Yesus, mereka tahu
beberapa hal tentang Yesus, tetapi apakah mereka mengenal Yesus? Jika
ditanya, "Apakah Anda kenal siapa Yesus itu?" Anda mungkin berkata,
"Yah, saya tahu tentang dia. Saya tahu bahwa dia dilahirkan di suatu
tempat di Timur Tengah. Di hidup di sebuah wilayah di Israel dan telah
melakukan berbagai hal yang hebat, demikianlah kata orang." Yang saya
maksudkan bukan, "Apakah Anda tahu sesuatu tentang dia?" melainkan,
"Apakah Anda sudah bertemu dengannya?"
Banyak
yang percaya karena kawan mereka percaya kepada Yesus, mungkin karena
ayah atau ibu mereka percaya kepada Yesus, sehingga mereka berkata,
"Jika hal itu baik buat mereka, berarti baik juga buat saya. Jadi, jika
mereka percaya kepadanya, saya akan percaya juga kepadanya." Itulah iman
tangan kedua. Itu bukan mengenal Yesus sama sekali.Yang menjadikan Anda
Kristen adalah apakah Anda mengenal Yesus secara langsung atau tidak.
Poin inilah yang ingin saya sampaikan.
Belajar dari Petrus
Di pesan
ini kita akan berbicara tentang hal mengenal Yesus, dan mengenal dia
secara sangat pribadi. Dan kita akan melakukan hal ini dengan meneliti
apa yang diajarkan oleh seorang yang bernama Simon Petrus melalui
kepribadian, kesalahan dan tindakan yang dilakukannya. Simon Petrus
adalah pribadi yang sangat menarik perhatian. Menurut saya Petrus adalah
pribadi yang cukup mempesona dan orang yang sangat menyenangkan,
setidaknya saya sendiri menyukainya. Hal apa yang bisa kita pelajari
tentang Yesus melalui kesalahan-kesalahan dan juga hal-hal benar yang
Petrus lakukan?
Petrus
bukanlah orang yang tindakannya selalu benar. Dia pernah berbuat salah
dan pernah salah omong. Dia tidak sempurna. Yang istimewa dari Petrus
adalah, ia orang baik yang selalu terhadang oleh tindakan yang salah.
Dan setiap kali ada perbuatan yang salah, selalu saja Petrus yang
melakukannya. Saya benar-benar bisa merasa diri ini seperti dia.
Petrus
membuat kita merasa dekat dengannya karena dia memiliki permasalahan
yang sama dengan kita. Orang yang bersemangat dan tulus akan tetapi
selalu salah bertindak. Kita bisa belajar sesuatu bukan saja dari
tindakan-tindakan benar yang dilakukan orang lain, tetapi juga dari
kesalahan-kesalahan mereka. Dan hal ini sangat melegakan karena ada juga
beberapa orang Kristen yang sedemikian baiknya sehingga justru membuat
kita merasa tidak enak hati. Karena setiap kali kita membandingkan diri
kita dengan mereka, kita merasa bahwa diri ini jauh di bawah tingkatan
mereka, sehingga kita sampai merasa, "Aku tidak akan pernah sampai ke
sana." Namun hal yang paling menghiburkan dari
Petrus adalah Anda bisa berkata, "Wah, aku rasa, aku bisa sampai ke
tingkatannya."
Demikianlah kita bisa melihat dari pengalaman-pengalaman Petrus,
bagaimana dia sampai mengenal Yesus? Bagaimana dia melangkah maju? Apa
rahasianya? Apa yang membuat dia menjadi rasul yang besar? Dia adalah
salah satu dari tiga rasul besar. Lalu Anda
berkata, "Bagaimana bisa orang yang selalu bertindak keliru ini akhirnya
menjadi salah satu dari rasul-rasul yang terbesar? Apakah rahasianya?"
Dengan demikian, hari ini kita akan membahas tentang "Kunci Kerohanian
Petrus." Hal ini suatu pelajaran yang sangat berharga bagi saya.
Segera Yesus mengulurkan tanganNya, memegang dia dan berkata : "Hai orang yang kurang percaya. mengapa engkau bimbang ?"
~Matius 14:31~


Komentar
Posting Komentar