KASIH YANG TERBESAR (MINGGU PRMI)
"karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)
Saat membaca dan merenungkan ayat ini, ada 3 (tiga) pertanyaan yang muncul dalam benak kita, tapi tahukah Anda jawaban yang Tuhan Yesus berikan terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat luar biasa dan menjadi berkat dalam hidup kita. Mari kita renungkan bersama-sama;
Ayat ini menyatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…” Tentunya sebagai objek kasih-Nya kita pasti bertanya seberapa besar?
Yunani setidaknya memiliki 3 kata berbeda untuk kasih, masing-masing menggambarkan sisi berbeda atau tingkatan dari kasih. Karena kita hanya punya satu kata dalam Inggris, kita akan merasa bingung dalam menerjemahkan kata Yunani yang digunakan Alkitab kecuali kita belajar perbedaannya.
Kata pertama, eros, ditemukan dalam literatur Yunani sekuler tapi tidak pernah digunakan dalam Alkitab. Eros merupakan cinta manusia semata. Itu sering menunjuk pada cinta seksual, seperti dalam Inggrisnya “erotic”. Pemikiran dasar dalam eros adalah mendapatkan sesuatu bagi diri Anda, dengan bahasa lain “Aku mengasihimu karena kamu membuat saya bahagia.” Jenis cinta yang seperti ini biasanya mencari apa yang bisa didapat. Itu mungkin memberi sedikit, tapi motivasinya mendapat sesuatu sebagai balasan. Jika gagal mendapatkan apa yang diinginkan, bisa menjadi permusuhan, kepahitan atau kebencian.
Kata kedua adalah philia, merupakan tingkatan kasih yang lebih tinggi, lebih berhubungan dengan jiwa daripada tubuh. Kasih ini menyentuh kepribadian manusia—intelektual, emosi, dan kehendak. Itu melibatkan saling berbagi. Kata yang paling dekat adalah “persahabatan” Walau kata bendanya hanya digunakan sekali dalam Perjanjian Baru, Inilah tingkatan kasih yang dinyatakan Petrus bagi Kristus saat Tuhan bertanya “Petrus apakah engkau mengasihi-Ku?” Petrus menjawab, “Engkau tahu kalau aku mengasihi-Mu,” atau “Engkau tahu kalau aku temanmu.” Philia merupakan tingkatan kasih yang lebih tinggi dari eros, di dalamnya kebahagiaan “kita” lebih terlihat daripada hanya kebahagiaan “saya”.
Kata ketiga itu adalah agape. Kasih ini tidak mencari kesenangan sendiri, tapi senang memberi. Agape tetap mengasihi bahkan saat objeknya tidak membalas, tidak baik, tidak mengasihi atau sama sekali tidak bernilai. Itu hanya menginginkan kebaikan orang yang dikasihi. Kasih itu hidup untuk membuat yang dikasihinya bahagia, apa pun harga yang harus dibayar. Kasih itu tidak memberi 50 persen dan mengharapkan balasan yang sama. Kasih Agape itu memberi semuanya dan tidak mengharap balasan! Amin...


Komentar
Posting Komentar