Tema : Sahabat Sejati
Bacaan : Mazmur 107:1-9
Pernahkah Anda memiliki sahabat karib yang mau mendam'pingi Anda di kala suka dan duka? Berbahagialah jika kita memilikinya. Tidak semua orang bisa menjadi sahabat sejati. Beberapa orang justru memanfaatkan pertemanan demi kepentingan pribadinya.
Tidak demikian dengan Allah. Ia adalah sahabat sejati bagi umat-Nya. Ia bukan hanya menjadi sahabat setia dalam suka dan duka, Ia juga bertindak sebagai Penebus dan Pembebas untuk umat. Berkali-kali Allah menolong dan menyelamatkan umat-Nya dari mara bahaya. Oleh karena itu, pemazmur berkata: "Bersyukurlah ... sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya" (1). Pemazmur mengajak umat bersyukur karena mereka memiliki Allah yang penuh kasih, rahmat, dan kebaikan.
Sesungguhnya, Allah melihat dan memperhatikan umat-Nya. Ia siap mengulurkan tangan menopang dan menolong umat-Nya. Mereka yang sedang dalam kesesakan dan terpuruk akan ditolong-Nya saat mereka mau berseru kepada-Nya. Tidak berhenti pada tindakan yang menyelamatkan, Allah melanjutkan karya-Nya dengan menuntun mereka pada jalan yang lurus (7). Ia bukan Allah yang membiarkan umat-Nya jatuh dalam kesesatan. Ia adalah Allah yang menuntun umat-Nya pada kebenaran. Akhirnya, umat Tuhan dapat menikmati sukacita sejati dan memuji-muji Allah karena kebaikan-Nya (8-9).
Sebaik-baiknya seorang sahabat, mereka pasti pernah mengecewakan kita. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Allah karena Ia adalah sahabat yang tidak pernah ingkar janji. Lebih dari itu, Ia selalu menyertai dan melindungi kita.
Seburuk apa pun keadaan yang kita alami, Ia selalu ada untuk kita. Tangan-Nya senantiasa terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan-Nya. Bagaimanapun tersesatnya kita, selalu ada harapan dan jalan pertobatan. Ia juga menuntun kita kepada jalan yang lurus dan benar sehingga kita tidak salah arah dan dapat menikmati sukacita sejati. Oleh karena itu, jangan ragu untuk datang kepada-Nya, Sahabat sejati kita.


Komentar
Posting Komentar